Training Destilator Minyak Atsiri di Lumajang (bag. 2)

Melanjutkan posting artikel sebelumnya…

Proses Penyulingan Nilam

Minyak nilam adalah salah satu jenis minyak atsiri yang dapat disuling dengan Destilator Minyak Atsiri. Selain minyak nilam, alat mesin produksi ini dapat digunakan pula untuk menyuling minyak cengkeh, minyak pala, minyak sereh, dll. Sekedar info saja, harga minyak nilam saat artikel ini ditulis adalah Rp. 285 ribu/kg sedangkan harga minyak cengkeh adalah Rp. 55 ribu/kg. Harga berlaku di pengepul minyak atsiri di Dampit, Kab. Malang.

Proses penyulingan minyak nilam dan jenis minyak atsiri lainnya secara prinsip sama. Prinsip penyulingan ini juga berlaku pada mesin destilator kami yang ada di kota lain. Nah, pada pelatihan kali ini kami menyuling daun nilam dan batang/ranting nilam yang telah dikeringkan sejumlah 75 kg. Kami menggunakan daun nilam dan batang/ranting nilam (selanjutnya disebut nilam kering) dengan perbandingan 1:1. Nilam kering dimasukkan ke dalam keranjang berlubang yang bertingkat dua. Kemudian diberi percikan air untuk membantu mempercepat proses awal penguapan minyak dalam bejana bahan.

Setelah itu pompa air pada tandon air dinyalakan untuk menjalankan sistem pendinginan pada bagian kondensor. Lalu sistem pembakaran mulai dinyalakan untuk memanasi air pada steam boiler. Default sistem pembakaran pada mesin suling ini menggunakan LPG. Kompor gas, selang dan regulator high pressure sudah termasuk dalam paket mesin. Sedangkan tabung LPG disediakan oleh pemilik sendiri.

Tips optimasi gas LPG:
Celupkan tabung LPG ke dalam air panas untuk mencegah proses pengkristalan gas akibat tekanan kerja yang cukup tinggi (high pressure).

Nah, pada saat inilah proses penyulingan mulai berlangsung. Minyak nilam yang masih bercampur dengan air akan keluar melalui stop kran pada bagian bawah kondensor. Minyak nilam yang keluar ditampung dengan wadah khusus yang biasanya bisa langsung memisahkan campuran minyak nilam dan air. Wadah ini bisa terbuat dari plastik (kaleng cat bekas) yang telah dimodifikasi sehingga bisa memisahkan campuran minyak nilam dan air dengan prinsip perbedaan berat jenis. Minyak akan berada di atas dan air akan berada di bawahnya. Karena berat jenis minyak lebih rendah daripada berat jenis air.

Oke, sekian dulu ulasan singkat seputar kegiatan pelatihan destilator minyak atsiri di Lumajang. Kami tunggu responnya ya…

One Response to “Training Destilator Minyak Atsiri di Lumajang (bag. 2)”

  1. Buntu Sijagat Says:

    Admin, yth.:

    mohon informasi spasifikasi destilasi (stenless):
    kapsitas 300 kg – 400 Kg dan 500 Kg, harga penawarannya bagaimana
    berapa banyak jika potensi hasil panen seluas 150 ha membutuhkan peralatan tersebut dengan pola tanaman 50 ha/tanaman, sehingga kami bisa mengukur kebutuhan pembiayaannya.
    trimks

Leave a Reply

This entry was posted on Sunday, November 22nd, 2009 at 6:57 am and is filed under Berita, Info Mesin, Training Mesin. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.